BALE GANJUR PENGIRING DAN PELENGKAPA UPACARA HINDU BALI.
Baleganjur adalah salah satu ensamble gamelan Bali. Istilah ini berasal dari kata Bala dan Ganjur. Bala berarti pasukan atau barisan, Ganjur berarti berjalan. Balaganjur kemudian menjadi Baleganjur yaitu suatu pasukan atau barisan yang sedang berjalan, yang kini pengertiannya lebih berhubungan dengan sebuah barungan gamelan.
amelan Baleganjur pada awalnya difungsikan sebagai pengiring upacara ngaben atau pawai adat dan agama.Tapi dalam perkembangannya,sekarang peranan gamelan ini makin melebar.Kini gamelan baleganjur dipakai untuk mengiringi pawai kesenian,ikut dalam iringan pawai olahraga,mengiringi lomba keagamaan ,dan ada juga yang dilombakan.
Baleganjur adalah sebuah ensamble yang merupakan perkembangan dari gamelan bonang atau bebonangan.Baik dari segi instrumentasinya maupun komposisi lagu-lagunya.
Bonang atau bebonangan adalah sebuah barungan yang terdiri dari berbagai instrument pukul(percussive) yang memakai pencon seperti reong,trompong kajar,kempli,kempur,dan gong. Gamelan bonang memakai dua buah kendang yang dimainkan memakai panggul cedugan. Dalam lontar Prakempa disebutkan bahwa gamelan bonang dipakai untuk mengiringi upacara ngaben.Sama kasusnya dengan gamelan baleganjur yang pada umumnya dipakai untuk mengiringi upacara ngaben. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Baleganjur)
Berdasarkan hal tersebut maka pemerintahan Kampung Warga Indah Jaya sepakat dengan Lembaga-lembaga kampung, Lembaga adat dan masyarakat untuk dapat mengadakan pembelian seperangkat Gamelan Balenganjur pada tahun 2019. Berkat semangat warga mempelajari gamelan tersebut kini pada Hari Selasa 23 Juni 2019 balenganjur warga indah jaya telah dapat mengiringi rangkaian pelaksanaan Upacara Yadnya dikediaman Bapak Wayan Putra (Ketua adat) adapun sebelum balenganjur ini juga sudah beberapa kali mengiri proses upacara baik pada upacara pura milik milik perorangan maupun pada upacara dipura umum/kahyangan.hal ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Hyang Maha Esa serta sebagai salah satu bentuk pelaksanaan bakti karena pelaksanaan upacara yadnya akan lebih baik jika dilengkapi dengan Panca Gita atau Panca Suara. Lima/panca gita yang dimaksud ialah suara Gong/gamelan, kidung/sloka, genta, kulkul/kentongan dan suara doa/mantram.
Tidak hanya itu, dalam pelaksanaan kediaman bapak Wayan Putra juga diiringi dengan Tari Rejang Renteng yang ditarikan oleh Ibu-Ibu dari warga setempat.
Tari Rejang Renteng adalah sebuah tarian kesenian rakyat Bali yang ditampilkan secara khusus oleh perempuan dan untuk perempuan. Gerak-gerik tari ini sangat sederhana namun progresif dan lincah. Biasanya pagelaran tari Rejang Renteng diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan Hindu Dharma.
Tari Rejang Renteng ini adalah salah satu jenis tari Rejang yang ditarikan berkelompok. Jumlah para penari rejang ini selalu ganjil. Dan hiasan yang dipergunakan sangat sederhana. Penari rejang memakai kain Bebali berupa anteng yang dikenakan di dada. Sedangkan saputnya memakai kain rembang dan kain cepuk serta kemben lumlum. Ditangannya memakai benang tukelan yang berisi uang kepeng satakan (pis bolong). Penari bergerak beriringan secara seragam. Para penari diikat ke dalam suatu untaian atau rangkaian yang disebut “renteng” dengan seutas benang yang pada umumnya berwarna putih. Ciri khusus dari tari Rejang Renteng yaitu, jempana sebagai linggih Ida Bhatara dituntun dengan benang panjang yang diikatkan pada pinggang si penari.
Kostum dan model rambut dari penari rejang renteng juga memiliki beberapa makna diantaranya :
- Sasakan polos
Mengandung filosofl pikiran yang polos tulus iklas berbakti kepada Tuhan.
- Sanggul (Pusung Tagel)
Sebagai tanda bahwa penarinya sudah menikah.
- Bunga jepun
Bunga jepun adalah bunga yang indah dengan bau yang harum dan sarinya yang tersembunyi, ini mengandung filosofi keindahan dan keharuman serta tidak pamer.
- Subeng
Subeng sebagai hiasan telinga mengandung fllosofi mendengarkan ucapan atau suara yang indah dan suci, serta tidak terpengaruh oleh kata-kata yang kotor, sehingga mengganggu rasa kesucian saat menari sebagai persembahan kehadapan Tuhan Yang Maha Suci.
- Baju Putih
Mengandung filosofl bahwa badan manusia itu sakral perlu dijaga dengan hal-hal yang indah dan suci.
- Selendang kuning polos
Mengandung filosofi bahwa perut sebagai wadah tumbuh kembangnya kebaikan dan kejahatan serta emosi, sehingga perlu diikat, yang disimbolkan dengan simpulan selendang.
- Kain cepuk tenunan warna kuning
Mengandung filosofi bahwa seni memiliki kekuatan sebagai penangkal bahaya (penolak bala). Sumber (https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/makna-tari-rejang-renteng-40)
Tinggalkan Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin